Budidaya Kelapa Sawit

BUDIDAYA KELAPA SAWIT
( Elaeis guinensis jacg )
Kelapa sawit ( Elaeis guinensis jacg ) adalah salah satu dari beberapa palma
yang menghasilkan minyak untuk tujuan komersil. Minyak sawit selain digunakan
sebagai minyak makanan margarine, dapat juga digunakan untuk industri sabun,
lilin dan dalam pembuatan lembaran-lembaran timah serta industri kosmetik .
SYARAT -SYARAT TUMBUH .
– Curah hujan minimum 1000-1500 mm /tahun, terbagi merata sepanjang
tahun.
– Suhu optimal 26°C.
– Kelembaban rata-rata 75 %.
– Dapat tumbuh pada bermacam-macam tanah, asalkan gembur, aerasi
dan draenasenya baik, kaya akan humus dan tidak mempunyai lapisan
padas.
– pH tanah antara 5,5 – 7,0.
P E M B I B I T A N
a. Pengecambahan Biji.
– Biji dipanaskan dalam germinator selama 60 hari dengan suhu tetap 39oC
dan kadar air 18%.
– Kemudian biji direndam dalam air mengalir selama 6 hari, hingga kadar air
naik menjadi 24%.
– Selanjutnya biji dikeringkan selama 3 jam dalam ruangan yang teduh.
– Biji dimasukkan dalam kantong plastik ukuran 38 x 39 cm sebanyak 500
biji, kemudian ditutup rapat
– Setelah 10-14 hari, biji mulai berkecambah.
– Biji yang belum berkecambah pada umur 30 hari dibuang saja.
– Kecambah yang tumbuh normal dan sehat, warnanya kekuning-kuningan,
tumbuhnya lurus serta bakal daun dan bakal akarnya berlawanan arah.
b. Persemaian dan Pembibitan
– Kecambah dipindahkan kekantong plastik ukuran 14 x 22 cm dengan
tebal 0,08 mm.
– Isilah polybag dengan tanah lapisan atas yang dibersihkan dari kotoran
dan dihancurkan sebelumnya.
– Lakukan penyiraman polybag sebelum penanaman kecambah dan
selanjutnya pada setiap pagi dan sore setelah penanaman.
– Buatlah lobang tanam sedalam 3 cm.
– Buatlah naungan persemaian setinggi 2,5 m
– Setelah bibit berumur 3 bulan dipindahkan kedalam polybag yang besar
dengan ukuran 40 x 50 cm, tebal 0,2 mm.
PERSIAPAN LAHAN
– Lahan diolah sebaik mungkin, dibersihkan dari semak-semak dan rumputrumput
liar.
– Buatlah lobang tanam dengan ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60
cm, 2 minggu sebelum tanam dengan jarak 9 x 9 x 9 m membentuk
segitiga sama sisi.
– Tanah galian bagian atas dicampur dengan pupuk fosfat sebanyak 1
kg/lobang.
– Lobang tanam ditutup kembali dan jangan dipadatkan.
P E N A N A M A N
– Masukkan bibit ke dalam lobang dengan hati-hati dan kantong plastik
dibuka.
– Lobang ditimbun dengan tanah, tidak boleh diinjak-injak agar tidak terjadi
kerusakan.
– Bibit yang tingginya lebih dari 150 cm, daunnya dipotong untuk
mengurangi penquapan.
– Penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim penghujan.
PEMELIHARAAN TANAMAN
– Lakukan penyulaman untuk mengganti tanaman yang mati dengan
tanaman baru yang seumur dengan tanaman yang mati.
– Cadangan bibit untuk penyulaman terus dipelihara sampai dengan umur 3
tahun dan selalu dipindahkan ke kantong plastik yang lebih besar.
– Penyiangan gulma dilakukan 1 bulan sekali.
– Lakukan perawatan dan perbaikan parit drainage.
– Anjuran pemupukan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) seperti pada
table 1.
– Sedangkan pemupukan Tanaman Menghasilkan (TM), kebutuhan pupuk
berkisar antara 400 – 1000 kg N, P, K, Mg, Bo per Ha/tahun.
– Lakukan pemupukan 2 kali dalam satu tahun; pada awal dan akhir musim
penghujan dengan cara menyebar merata di sekitar piringan tanaman.
– Hama-hama yang sering menyerang tanaman kelapa sawit adalah Ulat
Kantong; Metisaplama, Mahasena Coubessi dan Ulat Api; Thosea asigna,
Setora nitens, Dasna trina. Sedangkan penyakitnya busuk tandan
Marasmius sp. Hama ulat kantong dikendalikan dengan insektisida yang
mengandung bahan aktif metamidofos 200/liter atau 600 g/liter, hama ulat
api dengan insektisida yang mengandung bahan aktif permetrin 20 g/liter
dan monokrotofos 600 g/lite.
– Potonglah daun yang sudah tua, agar penyebaran cahaya matahari lebih
merata, mempermudah penyerbukan alami, memudahkan panen dan
mengurangi penguapan.
P A N E N
– Telah dapat menghasilkan pada umur 30 bulan setelah tanam.
– Jumlah pohon yang dapat dipanen per hektar sebanyak 60%.
– Dipilih tandan yang buahnya sudah masak dengan tanda adanya
sejumlah buah merah yang jatuh (brondol ).
– Cara panen dengan memotong tandan buah.
– Pemanenan dilakukan 1 kali seminggu.
Sumber : Dinas Perkebunan Dati I Propinsi Irian Jaya
Lembar Informasi Pertanian (LIPTAN) BIP Irian Jaya No. 112/92
Diterbitkan oleh : Balai Informasi Irian Jaya
Jl. Yahim – Sentani – Jayapura
Oktober 1992 Agdex: 161/20

About these ads

1 Comment »

  1. 1
    angga Says:

    apa bila kita salah memilih bibit sawit, apalagi bibit palsu maka kita akan menanggung selama 25 tahun,untuk itu berhati-hatilah kita terhadap bibit sawit “aspal“


RSS Feed for this entry

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: